FILSAFAT KESEHATAN
Kembali ke Berita

FILSAFAT KESEHATAN

Admin

FILSAFAT KESEHATAN Konsep Kesadaran Ilmu Kesehatan Masyarakat

a. Ukuran Buku: 15,5 cm x 23 cm

b. Halaman : ii+193 hlm

c. Tahun Terbit : 2026

d. Link Dokumen Buku: https://drive.google.com/file/d/1KidUVURJiBf_eLHAflwWmgVXMMC71ob2/view?usp=sharing

e. Penulis: Dr. Andi Asri, SKM, M.Kes. dan Zainuddin, SKM, MM.

f. ISBN : (Dalam Proses)

g. Sinopsis : Buku Filsafat Kesehatan: Konsep Kesadaran Ilmu Kesehatan Masyarakat menghadirkan pendekatan reflektif dan kritis terhadap praktik serta pemikiran kesehatan yang selama ini cenderung teknokratis dan sektoral. Karya ini menempatkan filsafat sebagai fondasi penting dalam memahami kesehatan bukan semata sebagai ketiadaan penyakit, melainkan sebagai kondisi utuh yang mencakup dimensi fisik, biologis, sosial, budaya, moral, dan spiritual manusia.

Melalui penelusuran historis dan konseptual, buku ini menjelaskan bahwa ilmu kesehatan masyarakat lahir dari keprihatinan atas ketimpangan sosial, kemiskinan, kerusakan lingkungan, dan ketidakadilan struktural yang berdampak langsung pada derajat kesehatan manusia. Penulis membedakan secara tegas cara pandang ilmu kedokteran yang berorientasi pada orang sakit dengan ilmu kesehatan masyarakat yang berfokus pada manusia dan masyarakat agar tetap sehat, berdaya, dan bermartabat.

Buku ini menguraikan berbagai dimensi filsafat—ontologi, epistemologi, aksiologi, etika, dan moral—sebagai kerangka berpikir dalam membaca fenomena kesehatan kontemporer, mulai dari penyakit menular, degradasi lingkungan, perilaku hidup, hingga relasi kekuasaan dalam kebijakan kesehatan. Pembahasan diperkaya dengan contoh konkret praktik kesehatan masyarakat, kritik terhadap reduksionisme medis, serta penegasan peran tenaga kesehatan sebagai agen sosial dan moral.

Pada bagian akhir, buku ini menekankan pentingnya membangun kesadaran etik, kejujuran, dan keberpihakan pada kemanusiaan dalam setiap praksis kesehatan, termasuk dalam gerakan mahasiswa dan perubahan sosial. Buku ini ditujukan bagi mahasiswa, akademisi, praktisi kesehatan, dan siapa pun yang ingin memahami kesehatan sebagai proyek peradaban manusia, bukan sekadar urusan klinis semata.

Bagikan artikel ini: